Sayang, ingatkah kamu tentang kejadian hampir setahun yang lalu, sebelum kita mengikat janji untuk saling berkomitmen mengenai perasaan kita masing-masing?
Ingatkah kamu tentang kondisiku ketika merasa "galau" dengan sikapmu yang berubah kepadaku?
iyaa..itu semua karena jawabannya adalah...... :)
semoga kamu mengingat surat yang akan aku tuliskan dibawah ini, tetang kegalauanku yang merindumu dan mencari keberadaanmu saat itu :)
Maghrib, Pukul 18.11 WIB 291111
Cerita hari ini T.T, hari ini ada 3 MK, 1 MK awal nggak ada karena jadwal udah diganti buat praktikum (senengnya ^_^). Siap-siap dari rumah, aku berangkat nawaitu biatan buat kuliah. Udah pamit ke ortu semua, si "Revi" udah siap di depan buat nganter aku (kasian udah lama gak mandi dia).
Brum..brum..brum, suara si "Revi" mulai terdengar menyusuri jalan gang kecil buat menuju ke depan jalan bergabung dengan kendaraan lainnya. Mulai menyusuri gang kecil dan gak ngerti kenapa perasaan nggak seperti biasanya. Lanjut cerita.. si "Revi" mulai mengantarkanku dan berjalan dengan gagahnya..nggak kalah sama sepeda motor CC 125 ato selebihnya, sambil menyusuri jalan biasanya aku berangkat kuliah.
Lewat pemandangan sawah belakang kampus, hamparan padi yang luas, langit biru yang begitu cerahnya, serta gunung yang terpapar jelas tanpa ada satu kabutpun yang menutupi, namun pemandangan indah itu tetep tidak dapat merubah perasaanku :(. Padahal pemandangan yang sangat sejuk menentramkan hati (untuk orang normal yang tidak mengalami kegalauan), hijau alam yang selalu bisa mendamaikan hatiku, namun semua sirna, bukan,,bukan ini yang biasanya terjadi padaku ketika melihat pemandangan maha hebatnya dari Sang Pencipta.
Ketika sampai di tempat biasanya, naruh si "Revi" berkumpul bareng temen-temennya sesama jenis, langsung lari-lari meuju ruang kelas yang berada di lantai 5. Lari-lari karena ngeliat jam udah kurang 5 menit dari waktu masuk kelas (oh God -_-, sesampainya disana ketemu sama anak-anak biasanya lengkap dengan sapaan dan senyum dari mereka masing-masing. Aku cuma sempet ngebales senyum mereka aja sekedarnya dan sebisanya (maaf rek lagi gak mood ini perasaan. Eh udah nunggu lama dan ternyata gak ada kelas (antara seneng dan sedih). Karena barusan diumumin kalo gak ada dosen dan gak ada kelas, langsung banting setir buat ngerjain tugas di tempat wifian kampus bareng temen-temen.
Setelah kurang lebih satu jam ngerjain tugas bareng temen-temen sekelompok,karena jam udah nunjukki jam 1 siang, akhirnya terpaksa harus menyudahi kerja tugas sementara buat kuliah MK terakhir di hari ini yakni di salah satu ruang di lantai 4. Tetep aja dipikiran dan emosi yang ada tetep labil, nggak menghiraukan temen-temen sebelah yang pada sempet rame masing-masing dan mereka yang mencoba bertanya kepadaku "kenapa ragaku berada di kelas, namun jiwaku tak bersamanya?". dalam hati, akupun sendiri gak tau kenapa bisa begini? :( sampe bertanya-tanya dalam hati "aku ini kenapa? kok nggak seperti biasanya" "Ada masalah apa coba? kok sampe segitunya aku jadi blank kayak gini, gak semangat sekali?"
Akhirnya dapet kekuatan dan mencoba menerka, "Apa aku gini karena DIA?" itulah hipotesa yang terjadi sementara waktu. Masih bingung gak berani berbuat apa-apa untuk mencari jawaban kebenaran dari apa yang aku rasakan saat itu :(
cerita-bersambung :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar